Tuesday, 6 October 2009

Instropeksi

Rasa-rasanya ingin sembunyi dibawah selimut atau dikolong meja. Kalau boleh milih, gw pengen sembunyi di pelukan ibu. Berlindung tepatnya. Nyaman.

Hari-hari ini gw banyak buat orang kecewa. Gak nepatin omongan lah (bukan janji), kelakuan gw yang bikin sakit hati, jadwal mendadak susah ditemuinnya, dan banyak lagi korban depresi gw. Gak bermaksud untuk mengecewakan mereka. Cuma memang belum nemu momennya. Bukan gak ada waktu atau menyalahkan Tuhan dengan kalimat "insya Allah". Tapi memang gak ada momen. Juga kelakuan gw yang out of control. Gw minta maaf buat boncel, iya emang gw susah ditemuinnya || anggota Tikus, gw lagi berusaha untuk bertanggung jawab || anak-anak dekavetiga, mohon maklumi bacot dan kelakuan gw || buat si dia, so lets walk away and forget each others name || buat abang nasi goreng, WOY !!! kembaliannya kurang ceban !!!

Juga gw rada sial hari-hari ini. Mulai dari jatuh kepleset di tangga kampus berlanjut di tangga kosan, tidak dipercaya teman, di cap negatif, sampai harus menerima takdir bahwa gw ternyata cewek, eh bukan. Tapi gw juga kehilangan satu harapan. Harapan yang bisa ngebuat gw bahagia, senyum-senyum sendiri, tidur tengkurap, atau yang ngebuat gw untuk beli parfum. Memang bukan harapan yang sangat penting, tapi setidaknya harapan itu merubah suasana hati gw, juga cuaca kota bandung. Hujan terus euy, tiris. Apa gw harus menciptakan harapan baru ? Atau mencarinya ? Bodohnya, gw menunggu harapan itu kembali. Semoga harapan-harapan lain tidak ikut menghilang.

Hujan deras diluar berhasil menurunkan suhu kamar. Gw cuma bisa sembunyi dibawah selimut. Gw gak bisa milih option terakhir. Pilihan ternyaman dari yang terbaik. Berlindung dalam pelukannya.




instropeksi





PS : jangan tanya gw kenapa fotonya kucing

1 comment:

afanin ula said...

samaan deh . aku jg lg bny bikin kesel orang akhir" ini :(

Post a Comment

THANK'S FOR YOUR COMMENT