Thursday, 20 August 2015

Ollo

Ollo, alias helo.

Berjanji untuk segera menulis blog kembali dalam waktu dekat. ��

Saturday, 7 March 2015

Self-doubt

And by the way, everything in life is writable aboutif you have the outgoing guts to do it, and the imagination to improvise.
The worse enemy to creativity is self-doubt.

(Sylvia Plath)

My inner problem right now.

Monday, 3 November 2014

Cold wind

Seperti waktu itu, angin dingin berhembus. Kita berdua terhapus oleh sebuah "selamat tinggal".

Selamat tinggal. Bukan kata yang tepat untuk mengakhiri kalimat. Rasanya seperti tidak ada kesempatan untuk bertemu kembali. Lebih tepat jika menggunakan kata 'sampai jumpa', kata yang bermakna memungkinkan untuk bertemu kembali di suatu waktu. Walaupun akan ada banyak hal yang berubah saat bertemu nanti. Hal yang tidak ada satupun persamaan. Kecuali tawa dan sesal oleh sebuah memori.

Kau tawarkan "selamat tinggal". Aku pun mengiyakan. Bodoh.

Wednesday, 13 August 2014

Tanggal Merah - Sunday Call

Hari minggu kuturut ayah pergi ke kota.
Naik delman istimewa ku duduk dimuka.
Duduk di samping pak kusir yg lagi nyetir.

Ngaco, haha.
--------------------------------------

Minggu terik, cuaca panas. Ac mobil bermasalah, kurang dingin. Dibayar lunas oleh bebek sinjay :)
Sebelumnya sempat mampir ke museum Sampoerna. Karna adek dan ponakan belum pernah kesana, terpaksa ke museum sampoerna untuk kesekian kalinya. But it's fun.







Aira acak-acak meja






Dan hari berakhir dengan ngopi dewean. Hm, itu teh lain kopi.

Next post soal pulau dewata, baliii :)

Wednesday, 6 August 2014

Dear Politik

Dear, Mr.P. 
Honestly pilpres kemarin saya salah satu pendukung anda, saya ingin melihat anda menjadi presiden negeri ini. Karna dimata saya bapak seorang yg tegas dan berwibawa. Dan juga anda adalah bapak dari anak-anak di IPSI. Tapi dengan sikap yg ditunjukkan akhir-akhir ini, apalagi melihat tayangan sidang di MK. Hm, mungkin saya bagaikan seseorang yg terluka dikhianati oleh kekasihnya. Tidak benci, hanya kecewa.

Kan, sudah dibilang jangan ngikutin berita politik masih aja nyetel tele. Nyalahin diri sendiri.

Friday, 1 August 2014

Raya 2014

Selamat hari Raya Idulfitri 1435H
Mohon maaf lahir batin.

Bulan puasa kali ini beeda, disamping gak ada yg 'ngewarnain' juga karna untuk pertama kali dalam kurang lebih tujuh tahun ini sebulan penuh berpuasa dirumah. Ah, kangen suasana puasa ala anak kos.

Hari kemenangan kata orang untuk menyambut hari Raya Idulfitri. Emangnya menang? Serius?. Saya sendiri merasa tidak menang. Dibandingkan dengan ramadhan tahun lalu, masih jauh lebih baik. Tahun ini bahkan jauh dari kata baik. Banyak hal yg membuat suasana religi bulan ramadhan hilang entah kemana. Apalagi soal thr atau baju baru, kepikiran aja kagak. Semoga Allah masih mengijinkan bertemu dengan bulan ramadhan tahun depan.

Merasa tidak menang di bulan fitri bukan berarti gak bisa happy bareng keluarga/saudara :D


At syifaul qulub











Wednesday, 11 June 2014

Ombowo & Omkowi

Musim politik bikin pusing. Setelah sempat redup di jeda pemilu legislatif, sekarang warga Indonesia sedang riuh (riweuh) menyambut pemilu presiden. Ada dua calon presiden yang bakal berduel merebutkan suara (jabatan), sebut saja Ombowo dan Omkowi.

.................................

Iseng buka facebook malem hari, niatnya sih biar galau. Siapa tau si fulanah nongol di wall ������. Tapi yang ada malah otak diajak mikir serius, dikit. Seorang teman lama di facebook menuliskan status yang bernada ejekan salah satu capres, diselingi link artikel yang membahas kekurangan capres tersebut. Scroll sedikit kebawah ternyata ada beberapa teman yang isi statusnya sebelas-duabelas, ada juga yang bosan dan jenuh sama iklan para capres di tv (beruntung jarang nonton tv). Bela nomor satu, bela nomor dua. Caci nomor satu, caci nomor dua. Pencitraan katanya.

Berikut opini aja sih, dari sudut pandang saya seorang designer atau orang yg bekerja didunia kreatif. Kalo salah ya wajar, karna designer selalu salah, klien selalu benar.

Singkatnya dari seorang mata orang seperti saya, mereka para capres adalah sebuah produk. Agar produk laku harus ada promosi. Politikus menyebutnya kampanye. Namanya juga promosi, yang ditonjolkan pasti keunggulan produk tersebut. Jadi jangan heran kalo iklan para capres cuma nampilin hal-hal positif aja. Dan jangan marah-marah liat iklannya :)

Tapi realitanya si capres fulan begini, yg itu begini. Sekarang mana ada sih iklan yg justru memberi tahu kelemahan/keburukan produk itu. Kalo anda tidak percaya dengan iklan suatu produk, lalu anda berinisiatif mencari tahu kenyataan yg tidak ditampilkan pada iklan tersebut, sangat wajar. Karena inisiatif untuk mencari truth behind lie adalah hak dan bahkan sudah menjadi behaviour konsumen. Jadi gak heran kalo ada yg namanya black campaign di setiap kampanye politik.

Sudah waktunya untuk be smart dalam memilih presiden atau atas nama produk lainnya. Di dunia ini gak ada yg sempurna. Sedikit-banyak ada kekurangannya. Pilih yg paling sedikit kekurangannya. Kalo untuk memilih pemimpin, bung Karno bilang untuk memilih yang dibenci asing agar tidak mudah dipermainkan pihak asing.

Semoga pilihan warga negara Indonesia tepat. Siapapun presidennya nanti mari dihormati. Ayo memilih, ayo celup tinta rame-rame! #pergikeTPS