Tulisan ini dibuat untuk mengikuti
Kompetisi Web/Blog Kompas MUDA-KFC 2009 oleh
mudaers. Namun tulisan ini juga saya tujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
"Satu-satunya yang membuat saya bangga terhadap indonesia adalah membuat KTP atau SIM itu mudah dan cepat ! Lima menit jadi."
Memang terkesan
satire soal rasa bangga saya terhadap indonesia, bingung harus menulis apa. Dan juga saya memang suka bagian itu, membuat KTP. Oke, saya pria ber-KTP indonesia, lahir di indonesia, mahir berbahasa indonesia, juga cinta indonesia, tapi entah kenapa susah untuk bangga indonesia.
Apa yang membuat saya susah untuk bangga terhadap Indonesia mungkin telah dijawab oleh peristiwa akhir-akhir ini. Bagaimana timnas sepakbola Indonesia dipermalukan oleh Oman dikandang sendiri. Bahkan harus ada suporter yang masuk ke lapangan karena kecewa terhadap penampilan timnas, yang tak kunjung menang dalam beberapa pertandingan terakhir. Mengecewakan seluruh rakyat negeri ini.
Dibidang pendidikan, saya akan sangat kecewa jika kabar akan dihapusnya Ujian Akhir Nasional itu dibenarkan. Apa yang bisa dibanggakan dari kualitas pendidikan kita nanti. Iya saya tahu banyak pelajar Indonesia yang menjuarai berbagai kompetisi ditingkat Internasional. Lalu bagaimana dengan pelajar yang lain? Wah, ternyata banyak juga yang tidak mampu sekolah. Saya pernah bertanya pada anak SD disekitar kampus. "Dek, kenal Kartini gak? Diponegoro? Cut Nyak Dien?," jawab mereka "Ya, ada di buku." Mereka mengenalnya hanya sebatas ada di buku. Mereka tidak kenal baik tentang pahlawan nasional mereka. Yang mereka kenal baik hanyalah main Pees, Naruto, Spongebob, dan lain-lain. Saya baru tahu kalau Naruto nanti akan punya anak.
Apakah Indonesia akan mengecewakan warga negara yang telah membanggakannya, seperti timnas yang telah mengecewakan suporternya. Saya tidak akan menulis pertanyaan atau pernyataan kuno tentang korupsi di Indonesia. Semua orang juga tahu kenyataannya. Memang tidak adil kalau hanya bicara tentang kekurangan dan keburukan. Tetapi bagi saya kekurangan dan keburukan itu seperti ujian yang membuat kita terus belajar untuk menjadi lebih baik.
Dan sepertinya saya harus menjilat ludah sendiri. Saya ingat satu hal yang membuat saya bangga akan Indonesia, selain membuat KTP.
Gotong Royong. Saya belum pernah menemukan atau sekedar mendengar budaya Gotong Royong dinegara lain. Ya walaupun sekarang budaya ini mulai pudar. Gotong royong ini membuat keragaman Indonesia menjadi satu. Lihat pulau Bali, baru baru ini pulau Bali dinobatkan menjadi pulau terbaik didunia versi majalah pariwisata internasional. Menyingkirkan pulau-pulau dari negara lain yang tak kalah indah. Itulah hasil gotong royong masyarakat Bali, tentu juga dibantu pemerintah dan masyarakat Indonesia lainnya, dalam membangun kembali citra Bali setelah tragedi Bom Bali beberapa tahun yang lalu. Saya pernah membaca artikel bahwa Indonesia adalah negara paling murah senyum. Wow seharusnya negara ini menjadi negara paling ramah, bukannya
Dangeriously Beautiful, ketika terkena
Travel Warning beberapa tahun yang lalu.
Beberapa hal diatas memang cukup membanggakan dan mengecewakan saya terhadap Indonesia. Tapi tulisan ini benar-benar apa yang saya rasa patut untuk dibanggakan dan dikecewakan, sebagai warga negara Indonesia. Bukan sekedar cari artikel di internet tentang kelebihan Indonesia, dan menuliskan kembali dengan gaya tulisan yang berbeda. Tapi ini adalah dimana sejauh saya bangga akan Indonesia. Saya akan sangat bangga terhadap Indonesia ketika turis asing
excited berada di Indonesia, dan ketika saya merasa nyaman berjalan menyusuri kota disore hari.
Bisa dikatakan rasa bangga adalah sebuah tuntutan untuk menjadi lebih baik bukan? Kalau begitu jangan hanya bangga terhadap Indonesia, tapi mari kita
buat bangga Indonesia. Karena Indonesia bangga mempunyai warga negara seperti kita.